Apa Tujuan Utama dari Langkah Survey dalam Model SQ3R? Ini Penjelasan Lengkapnya!
Pernah nggak sih kamu membaca satu halaman penuh, tapi begitu selesai malah lupa isinya apa? Atau udah habis waktu berjam-jam baca buku, tapi pas ujian tetap aja bingung? Kalau iya, kamu bukan satu-satunya. Banyak siswa dan mahasiswa yang menghadapi masalah yang sama persis.
Apa tujuan utama dari langkah survey dalam model SQ3R? Pertanyaan ini mungkin terdengar teknis, tapi jawabannya menyentuh sesuatu yang cukup mendasar soal bagaimana otak kita bekerja saat menyerap informasi. Sebelum sampai ke sana, mari kenalan dulu dengan metode yang satu ini.
Sekilas tentang Pengertian SQ3R
Metode belajar SQ3R siswa ini pertama kali diperkenalkan oleh Francis P. Robinson, seorang psikolog pendidikan dari Ohio State University, pada tahun 1946 lewat bukunya Effective Study. Robinson merumuskan metode ini bukan dari langit-langit, melainkan dari hasil observasi panjang terhadap kebiasaan belajar mahasiswa di masa itu.
SQ3R adalah singkatan dari lima tahap: Survey, Question, Read, Recite, dan Review. Lima langkah ini bukan sekadar urutan acak, melainkan satu rangkaian yang dirancang untuk membuat otak lebih aktif terlibat dengan teks , bukan cuma duduk pasif sambil mata bergerak dari kiri ke kanan.
Dalam SQ3R dalam pembelajaran formal maupun mandiri, setiap tahap punya peran spesifik. Tapi di sini, kita fokus ke langkah pertama dulu: Survey. Dan ini yang sering disepelekan.
Apa Tujuan Utama dari Langkah Survey dalam Model SQ3R?
Kalau jawaban singkatnya: Survey bertujuan memberi gambaran umum tentang isi teks sebelum kamu benar-benar menyelaminya. Tapi kalau hanya sampai di situ, penjelasannya terlalu dangkal.
Tujuan langkah survey SQ3R yang sesungguhnya jauh lebih berlapis dari itu. Survey bukan sekadar "cepat-cepat lihat judul lalu lanjut baca". Ini tentang membangun mental framework , semacam kerangka pikir awal yang membuat otak kamu siap menerima informasi baru dengan lebih teratur.
Bayangkan kamu mau masak masakan baru untuk pertama kali. Sebelum mulai, kamu pasti baca resepnya dulu dari atas ke bawah, kan? Bukan langsung goreng bawang. Nah, itulah analogi paling dekat dari fungsi survey dalam SQ3R.
Membuat Otak "Punya Tempat" untuk Informasi Baru
Salah satu alasan kenapa orang lupa apa yang baru dibaca adalah karena informasi masuk tanpa ada "tempat" yang siap menampungnya. Dalam ilmu kognitif, ini disebut schema , struktur pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Semakin kuat schema yang kamu aktifkan sebelum membaca, semakin mudah informasi baru nyangkut di sana.
Tahap survey SQ3R melakukan persis itu. Dengan membaca judul, subjudul, ilustrasi, tabel, dan kalimat pembuka tiap paragraf secara cepat, kamu sedang "mengaktifkan" schema yang relevan. Jadi waktu kamu baca secara penuh nanti, otak tidak bekerja dari nol.
Mengidentifikasi Bagian yang Benar-Benar Penting
Tidak semua bagian teks itu setara pentingnya. Ada bagian yang isinya penjelasan pendukung, ada yang hanya contoh ilustratif, ada yang memang inti dari keseluruhan teks. Tanpa survey, kamu akan membaca semuanya dengan bobot yang sama , dan itu membuang energi serta waktu.
Strategi memahami bacaan SQ3R lewat tahap survey ini membantu kamu mengidentifikasi hierarki informasi. Mana yang kemungkinan besar adalah gagasan utama, mana yang hanya perincian. Ini membuat proses membaca selanjutnya jauh lebih efisien.
Membantu Menyusun Pertanyaan yang Tepat
Tahap kedua dalam SQ3R adalah Question, di mana kamu mengubah judul dan subjudul menjadi pertanyaan. Tapi proses itu tidak bisa dilakukan dengan baik kalau kamu belum survey lebih dulu. Survey memberi kamu bahan baku untuk menyusun pertanyaan yang relevan dan terarah.
Misalnya, kalau kamu membaca bab dengan subjudul "Dampak Revolusi Industri terhadap Struktur Sosial", setelah survey kamu sudah tahu bahwa fokus bab itu ada di perubahan sosial akibat industrialisasi. Maka pertanyaanmu bisa jadi: "Apa saja perubahan struktur sosial yang paling signifikan?" , bukan pertanyaan ngawur yang jauh dari konteks.
Cara Membaca Efektif SQ3R: Praktik Survey yang Sebenarnya
Banyak orang salah paham soal ini. Mereka pikir survey itu cuma "baca cepat-cepat". Padahal ada tekniknya.
Cara membaca efektif SQ3R lewat tahap survey yang tepat melibatkan beberapa elemen spesifik yang perlu kamu perhatikan:
Judul dan subjudul , Ini adalah kerangka tulisan. Bacalah semua subjudul dari awal sampai akhir untuk memahami alur logika penulisnya. Paragraf pertama dan terakhir tiap bagian , Paragraf pertama biasanya berisi gagasan yang akan dibahas, paragraf terakhir berisi simpulan atau transisi. Gambar, grafik, tabel, dan caption-nya , Visual sering menyampaikan informasi yang butuh ratusan kata untuk dijelaskan secara tertulis. Kata-kata yang dicetak tebal atau miring , Pengarang biasanya menebalkan istilah penting atau konsep kunci. Ringkasan atau pertanyaan di akhir bab , Kalau ada, ini seperti "bocoran" apa yang dianggap penting oleh pengarang.
Idealnya, proses ini memakan waktu 5 sampai 10 menit untuk satu bab. Tidak lebih, tidak perlu lebih lama dari itu.
Langkah-Langkah SQ3R Lengkap Setelah Survey
Supaya konteksnya utuh, mari kita lihat bagaimana survey masuk ke dalam gambaran besar metode ini. Teknik membaca cepat SQ3R bukan berdiri sendiri , semuanya terhubung.
Question: Mengubah Judul Menjadi Pertanyaan
Setelah survey selesai, kamu mulai mengubah setiap subjudul menjadi pertanyaan. Tujuannya adalah memberi arah pada proses membacamu. Otak manusia secara alami lebih fokus saat sedang mencari jawaban atas sesuatu , ini bukan trik psikologis murahan, melainkan cara kerja sistem atensi kita.
Read: Membaca untuk Menemukan Jawaban
Baru di tahap ini kamu membaca teks secara penuh. Tapi perhatikan: kamu membaca bukan untuk "menghabiskan halaman", melainkan untuk menjawab pertanyaan yang sudah kamu susun di tahap sebelumnya. Cara membaca seperti ini jauh lebih aktif dan fokus.
Recite: Ringkas dengan Kata Sendiri
Setelah membaca satu bagian, tutup buku atau geser layar ke bawah, lalu coba ceritakan kembali apa yang baru kamu baca , dengan kata-katamu sendiri, tanpa melihat teks. Ini mungkin terasa tidak nyaman di awal. Tapi rasa tidak nyaman itu justru tanda bahwa otakmu sedang bekerja keras.
Review: Ulangi dan Perkuat
Tahap akhir adalah meninjau ulang seluruh materi: catatan, jawaban pertanyaan, dan poin-poin penting. Tujuan membaca dengan SQ3R tidak berhenti di selesai membaca , review adalah yang membuat informasi benar-benar melekat dalam memori jangka panjang.
Manfaat Metode SQ3R yang Jarang Disebut
Manfaat metode SQ3R yang paling sering disebut adalah peningkatan pemahaman dan retensi. Itu benar. Tapi ada manfaat lain yang jarang disorot.
Pertama, metode ini melatih kebiasaan bertanya secara kritis. Ketika kamu terbiasa mengubah judul menjadi pertanyaan, lama-kelamaan kamu jadi lebih kritis dalam menyerap informasi , tidak langsung menerima begitu saja apa yang tertulis.
Kedua, SQ3R mengurangi kecemasan membaca. Banyak siswa yang merasa kewalahan saat melihat teks panjang. Tapi kalau sudah survey duluan, teks itu tidak lagi terasa seperti labirin tanpa peta.
Ketiga , dan ini yang paling jarang disebut , metode ini membangun rasa percaya diri belajar. Ketika kamu bisa meringkas sebuah bab dengan kata-katamu sendiri dan hasilnya cukup akurat, ada kepuasan tersendiri yang muncul. Kepuasan itu penting untuk motivasi belajar jangka panjang.
Kelebihan metode SQ3R lainnya adalah fleksibilitasnya. Metode ini bisa diterapkan di hampir semua mata pelajaran berbasis teks , sejarah, biologi, ekonomi, bahkan teks sastra sekalipun.
Contoh Penerapan SQ3R dalam Konteks Nyata
Supaya tidak terlalu abstrak, ini contoh penerapan SQ3R untuk bab "Sistem Peredaran Darah Manusia" dalam buku biologi SMA.
Survey: Kamu membaca judul bab, lalu melihat ada subjudul seperti "Komponen Darah", "Jantung sebagai Pompa", dan "Gangguan pada Sistem Peredaran Darah". Kamu juga memperhatikan ada diagram aliran darah dan tabel yang membandingkan darah arteri dengan darah vena. Proses ini butuh sekitar 5 menit.
Question: Dari subjudul tadi, kamu membuat pertanyaan: "Apa saja komponen darah dan fungsinya?", "Bagaimana jantung memompa darah ke seluruh tubuh?", "Apa penyakit yang umum terjadi pada sistem peredaran darah?"
Read: Kamu membaca teks dengan panduan pertanyaan-pertanyaan itu, sambil mencatat poin kunci.
Recite: Kamu menutup buku dan mencoba menjelaskan secara lisan: "Darah terdiri dari plasma, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Jantung bekerja dengan memompa darah lewat dua sirkuit…" dan seterusnya.
Review: Sebelum ujian, kamu membaca ulang catatanmu dan menjawab pertanyaan yang sudah dibuat di awal.
Dengan cara seperti ini, metode belajar SQ3R siswa menjadi jauh lebih bermakna dibanding sekadar membaca berulang.
Tips Menggunakan SQ3R agar Lebih Efektif
Tips menggunakan SQ3R yang pertama: Jangan terburu-buru di tahap survey. Banyak siswa yang surveynya cuma 30 detik lalu langsung masuk ke membaca. Itu terlalu cepat. Lima menit yang diinvestasikan di tahap survey bisa menghemat 20 menit waktu membaca.
Kedua, gunakan pertanyaan yang spesifik, bukan pertanyaan umum. Bukan "Apa isi bab ini?" tapi "Apa perbedaan antara X dan Y?" atau "Mengapa Z bisa terjadi?"
Ketiga, saat recite, bicaralah dengan keras kalau bisa. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa verbalisasi , mengucapkan informasi dengan suara , meningkatkan retensi memori lebih baik dibanding sekadar menulisnya.
Keempat, atur proporsi waktu. Secara kasar: survey 10%, question 5%, read 55%, recite 10%, review 20%. Tapi ini bisa disesuaikan tergantung tingkat kesulitan teks dan tujuan membacamu.
Kelima , ini sering dilupakan , lakukan review dalam beberapa interval waktu, bukan langsung semua setelah selesai membaca. Review setelah 1 jam, lalu setelah 1 hari, lalu setelah 1 minggu. Ini yang disebut spaced repetition dan kombinasinya dengan SQ3R sangat kuat untuk memori jangka panjang.
Apa Tujuan Utama dari Langkah Survey dalam Model SQ3R , Rangkuman Akhir
Kalau kamu perlu satu kalimat untuk mengingatnya: Survey dalam SQ3R adalah proses membangun peta sebelum menjelajah wilayah yang asing.
Tujuannya bukan untuk mengetahui semua isi teks di awal , itu mustahil dan bukan poin-nya. Tujuannya adalah menyiapkan otakmu agar ketika informasi datang saat membaca, ada "rak" yang sudah tersedia untuk menampungnya. Hasilnya, kamu tidak hanya membaca lebih cepat, tapi juga lebih paham dan lebih lama mengingatnya.
Apa tujuan utama dari langkah survey dalam model SQ3R? Jawabannya sederhana namun sering diremehkan: memberi orientasi awal kepada pembaca agar proses belajar berlangsung dengan arah yang jelas, bukan sekadar menghabiskan halaman demi halaman tanpa makna. Dan di situlah letak kekuatan metode yang sudah berusia hampir delapan dekade ini , bukan karena kompleks, tapi karena memahami cara kerja otak manusia dengan sangat baik.
Mulai coba dari bab berikutnya yang akan kamu baca. Lima menit survey. Lihat sendiri bedanya.

Posting Komentar untuk "Apa Tujuan Utama dari Langkah Survey dalam Model SQ3R? Ini Penjelasan Lengkapnya!"